Bandar Toto Macau — Terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim, menyatakan bahwa dirinya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat menekankan nilai-nilai antikorupsi. Pernyataan ini disampaikannya saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pendidikan Nilai Integritas dari Keluarga
Nadiem mengungkapkan bahwa sejak kecil, ia sering diajak orang tuanya untuk mendengarkan diskusi para aktivis antikorupsi mengenai arah bangsa. “Dari kedua orang tua, saya banyak mempelajari nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan integritas,” ujarnya di hadapan majelis hakim.
Ia juga menyebut rasa syukurnya atas kesempatan menempuh pendidikan hingga ke luar negeri. Meski demikian, Nadiem menegaskan bahwa setiap kali menyelesaikan pendidikan, baik S1 maupun S2, pilihannya selalu untuk kembali ke Indonesia.
Panggilan untuk Berkontribusi
“Walaupun banyak kenyamanan yang bisa didapat dengan berkarir di luar negeri, Indonesia selalu menarik saya untuk pulang. Memang Indonesia punya banyak masalah, tetapi justru dalam masalah itulah saya merasa bisa berkontribusi,” tuturnya.
Nadiem menyampaikan bahwa orang tuanya selalu mengajarkan bahwa kesuksesan tanpa pengabdian tidak memiliki arti. Nilai inilah yang kemudian menjadi pertimbangan utamanya ketika menerima tawaran untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).
Menghadapi Risiko dan Kritik
Ia mengakui bahwa saat itu hampir semua orang di sekitarnya menyarankan untuk menolak jabatan tersebut. Kekhawatiran muncul karena posisi itu rentan terhadap hujatan, terlebih Nadiem tidak memiliki dukungan partai politik. Banyak pihak mempertanyakan keputusannya meninggalkan puncak kesuksesan bisnis untuk mengambil jabatan yang berisiko secara finansial dan reputasi.
“Tetapi saya menerima amanah tersebut karena satu alasan, yaitu negara memanggil, generasi penerus bangsa memanggil. Menolak artinya menutup mata terhadap krisis pendidikan yang melanda negara kita,” pungkas Nadiem dalam pembelaannya.