Pengamanan Puncak Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng

Polisi siagakan 150 personel untuk pengaturan lalu lintas dan pengawalan kirab dalam puncak perayaan Imlek Nasional yang dihadiri Presiden….

integrasi RTP dalam sistem

Puncak perayaan Imlek Nasional yang akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/2/2026) sore, akan diamankan secara ketat oleh aparat kepolisian. Acara yang rencananya dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ini menjadi fokus utama pengamanan.

Kesiapan Pengaturan Lalu Lintas

Kepala Bagian Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menyatakan bahwa sebanyak 150 personel telah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi acara. Kesiapan ini terutama terkait dengan rencana digelarnya kirab budaya sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Rute dan Fokus Pengawalan Kirab

Rute kirab akan dimulai dari depan Gereja Katedral, kemudian bergerak menuju Tugu Adipura. Dari sana, rombongan akan belok kanan ke arah Gedung Kementerian, lalu melanjutkan perjalanan ke Kantor Pos. Perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Lapangan Banteng Utara, sebelum akhirnya belok kiri masuk ke pintu Lapangan Banteng Barat sebagai titik akhir.

Pengawalan terhadap perjalanan kirab ini disebutkan sebagai salah satu fokus utama operasi pengamanan. Hal ini untuk memastikan prosesi budaya berjalan lancar dan aman bagi seluruh peserta serta masyarakat yang menyaksikan.

Penutupan Jalan Bersifat Situasional

Kompol Robby Hefados menegaskan bahwa penutupan arus lalu lintas akan diterapkan secara situasional dan fleksibel. Penutupan hanya akan dilakukan pada saat rangkaian kirab melintas di titik-titik tertentu di sepanjang rute.

“Apabila rangkaian kirap sudah melintas, jalur bisa kita normalkan kembali,” jelasnya. Pendekatan ini diambil untuk meminimalisir gangguan terhadap arus lalu lintas umum. Jika terjadi kepadatan, polisi telah menyiapkan skenario pengalihan arus kendaraan secara sementara.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perayaan Imlek Nasional dapat berlangsung dengan khidmat, lancar, dan aman, tanpa mengganggu aktivitas kota secara berlebihan.