Bocoran HK — Di tengah tantangan besar akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan bahwa operasional di pelabuhan-pelabuhan utama tetap berjalan. Komitmen ini disampaikan sebagai bentuk respons atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dampak bencana terhadap kegiatan usaha perseroan.
Status Operasional: Aman dan Terkendali
Dalam laporan resmi kepada BEI, Pelindo menyatakan telah melakukan asesmen cepat dan konsolidasi data menyeluruh dengan seluruh regional, subholding, dan unit kerja. Tujuannya adalah untuk memetakan fasilitas yang terdampak sekaligus memastikan area operasional kritis dapat berfungsi normal.
“Status operasional di pelabuhan-pelabuhan utama masih berada pada tingkat aman dan dapat melayani arus barang serta kapal tanpa hambatan signifikan,” tulis Corporate Secretary Pelindo dalam keterbukaan informasi tersebut.
Tim teknis khusus telah dikerahkan untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap infrastruktur dan memetakan potensi risiko gangguan lebih lanjut pada konektivitas rantai pasok. Setiap penyesuaian operasional yang dilakukan dipastikan tidak mengganggu jadwal layanan yang telah disepakati dengan mitra usaha.
Langkah Mitigasi dan Persiapan Pemulihan
Pelindo juga mengungkapkan bahwa berbagai langkah mitigasi terus dijalankan untuk mengamankan fasilitas-fasilitas strategis. Perusahaan telah menyiapkan skema pemulihan yang dirancang agar area yang mengalami gangguan dapat beroperasi kembali secara optimal dalam waktu singkat.
Laporan lengkap yang disampaikan kepada BEI mencakup detail kondisi fasilitas, status operasional, langkah penanganan, serta potensi implikasi finansial dari bencana ini. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pelaporan insidental bursa.
Bantuan Kemanusiaan Rp 527 Juta untuk Korban
Di luar aspek operasional, Pelindo juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Hingga Rabu (3/12/2025), perseroan telah menyalurkan bantuan senilai Rp 527 juta untuk korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan yang disalurkan melalui Posko Bantuan Kementerian Perhubungan ini mencakup berbagai kebutuhan mendesak, seperti:
- Paket sanitasi dan kebersihan (khususnya untuk anak-anak dan perempuan).
- Bahan sembako, susu, makanan siap saji, dan air minum.
- Perlengkapan penunjang seperti selimut.
Di Sumatera Utara, Pelindo bahkan mengoperasikan posko pengungsian dan mendirikan dapur umum di sejumlah lokasi bencana. Sementara untuk Aceh dan Sumatera Barat, bantuan berupa tenda pengungsian, terpal, tikar, selimut, pakaian, dan air bersih telah dikirimkan.
“Kami berkomitmen meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Pelindo terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di daerah agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat,” jelas Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono.
Nilai bantuan ini disebutkan masih akan bertambah seiring dengan penyaluran berkelanjutan dari berbagai entitas di bawah Grup Pelindo.
Dengan menjaga operasional pelabuhan dan memberikan bantuan kemanusiaan, Pelindo berupaya menjalankan peran ganda: sebagai penopang logistik nasional yang tangguh dan sebagai korporasi yang peduli terhadap lingkungan sosialnya.